Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By May 8, 2013 0 Comments

Pengangguran Terbuka NTB Tertinggi Luluasan Perguruan Tinggi

Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari lulusan perguruan tinggi menempati posisi tertinggi pada Februari 2013 mencapai 7,74 persen dari lulusan sebanya 141.883 orang.

Kepala BPS NTB H Soeharenda di Mataram, Selasa, mengatakan dalam kurun waktu Februari 2011 ¿ Februari 2013 berfluktuatif. TPT Februari 2011 ¿ Februari 2012 cenderung mengalami penurunan.

Ia mengatakan, TPT perguruan tinggi pada Februari 2011 sebesar 5,35 persen turun menjadi 5,33 persen TPT Agustus 2011, turun lagi menjadi 5,21 persen pada Februari 2012.

Sementara TPT keadaan Agustus 2012, menurut dia,  mengalami kenaikan menjadi  sebesar 5,26 persen dan naik lagi menjadi 5,37 persen pada Februari 2013. “Pada keadaan Februari 2013, TPT untuk pendidikan perguruan tinggi menempati posisi tertinggi, yaitu mencapai sebesar 7,74 persen dari 141.883 orang,” katanya .

Sementara TPT Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 7,33 persen dan TPT sekolah menengah atas sebesar 5,32 persen. TPT untuk sekolah menengah kejuruan mengalami penurunan yang drastis dari 15,76 persen pada Agustus 2012 menjadi hanya 7,33 persen pada Februari 2013.

Soegarenda penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2012 masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah yaitu SD ke bawah sebesar 1.158.536 orang (54,77 persen).

Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 349.889 orang (16,54 persen), Sekolah Menengah Atas sebesar 356.276 orang (16,84 persen) dan Sekolah Menengah Kejuruan hanya sebesar 74.192 orang (3,51 persen).      Penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sekitar 176.450 orang, yang mencakup 34.567 orang (1,63 persen) berpendidikan diploma dan 141.883 orang (6,71 persen) berpendidikan universitas. “Perbaikan kualitas tenaga kerja masih perlu mendapatkan perhatian, karena tenaga kerja NTB yang terserap separuh lebih berpendidikan sekolah dasar ke bawah. Pendidikan ketrampilan juga terus didukung dan digalakkan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja NTB,” katanya.

Dia mengatakan, secara keseluruhan komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja per minggu secara umum tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu.

Penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker), yaitu penduduk bekerja pada kelompok 35 jam ke atas per minggu pada Februari 2013 jumlahnya mencapai 1.290.533 orang (61,01 persen) dan pekerja tidak penuh dengan jam kerja kurang dari 35 jam perminggu sebanyak 824.810 orang (38,99 persen).

Selain itu, kata Sooegarenda, penduduk bekerja dengan jam kerja kurang dari 15 jam per minggu pada Agustus 2012 sebesar 176.946 orang (8,36 persen). “Terkait dengan keadaan jam kerja pada Februari dan Agustus, terlihat bahwa pada bulan Februari penduduk bekerja dengan jam kerja seminggu lebih dari 35 jam lebih banyak dibandingkan pada Agustus tahun bersangkutan,” ujarnya.

Pada Februari 2013, katanya, penduduk bekerja dengan jam kerja seminggu lebih dari 35 jam sebanyak 61,01 persen. Sedangkan pada Februari 2012 dengan kasus yang sama mencapai 60,77 persen.(ant)

Posted in: Regional

About the Author:

Post a Comment