Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By May 1, 2013 0 Comments

BK Diklat Akui Ada Calo K1 dan K2 Gentayangan

Taliwang – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan (BK Diklat) meminta masyarakat, termasuk honorer yang tercatat masuk dalam kategori I dan kategori II (K1 dan K2) untuk mewaspadai calo yang mengaku bisa membantu proses sampai pada penetapan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Sekretaris BK Diklat, Hermanyadi kepada media ini mengaku, dirinya pernah menerima laporan dari masyarakat yang menjadi korban calo, bahkan dibuktikan dengan kuitansi penyerahan uang kepada oknum calo tersebut, bahkan dilaporkan masih ada beberapa orang yang menjadi korban.

“Saya bisa pastikan bahwa ada calo yang bergentayangan saat ini, bahkan sudah ada beberapa orang korban, sehingga diminta kepada masyarakat untuk hati-hati dan tidak mudah percaya. Jika yang sudah menjadi korban, diharap segera memberikan laporan kepada BK Diklat atau bisa langsung melaporkannya kepihak kepolisian,” harap Hermanyadi.

Apa modus yang dilakukan calo, dari informasi yang diterima, calo memberikan jaminan bahwa dapat menetapkan tenaga sukarela atau yang belum pernah bekerja menjadi tenaga honorer K2 dengan imbalan jutaan rupiah dan bisa juga merubah status honorer K2 menjadi K1, tergantung mampu menyerahkan uang yang ditetapkan oleh oknum calo tersebut. “Jika dilihat dari bukti kuitansi, pelaku adalah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan besar kemungkinan dilakukan secara bersama-sama atau ada jaringan, hanyaa saja pihaknya tidak bisa mempublikasi siapa oknum tersebut, namun yang pasti telah dilaporkan kepada Sekda KSB untuk ditindaklanjuti,” lanjut Hermanyadi.

Hermanyadi mengaku cukup tercengang melihat nilai uang yang telah diminta oleh oknum tersebut, dimana kisaran 15 juta hingga 40 juta untuk menjadi K2 atau K1, padahal sangat mustahil mereka akan ditetapkan sebagai honorer K2 jika tidak pernah mengabdi selama 5 tahun, apalagi menjadi honorer K1 yang sudah ditetapkan bahkan ada yang sudah menerima SK CPNS.

“Kami dari BK Diklat selaku pihak yang melakukan verifikasi berkas telah menetapkan jumlah honorer K1 yang sudah terima SK CPNS berjumlah 96 orang dan 12 orang masih dalam proses banding Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) dan sebanyak 1.302 untuk honorer K2,” timpal Hermanyadi.

Disinggung soal apakah ada rencana BK Diklat untuk mempolisikan oknum yang menjadi calo, Hermanyadi belum bisa memberikan kepastian, karena itu sudah menjadi kewenangan pimpinan, namun kalau ada masyarakat yang dirugikan dan mengambil langkah polisikan oknum tersebut sangat didukung.(SBP-01)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment