Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By April 13, 2013 0 Comments

MENJADI GURU YANG INKLUSIF

Oleh : Gunawan Wiratno, S.Pd

Seorang guru senantiasa dituntut untuk selalu mengembangkan pribadi dan profesinya secara terus menerus, serta dituntut untuk mampu dan siap berperan secara profesional dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.

Hal ini sudah jelas disebutkan di dalam empat kompetensi guru yang harus dimiliki oleh seorang guru, yaitukompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi social dan kompetensi professional.

Selanjutnya apa itu inklusif ?, istilah inklusif sebenarnya tidak terlepas dari program pemerintah yaitu tentang pendidikan inklusif yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilaksanakan diberbagai daerah dengan dukungan dari pemerintah pusat. Pendidikan inklusif itu sendiri merupakan pendidikan yang memungkinkan semua anak seyogyanya belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada mereka.

Artinya bahwa pendidikan inklusif akan memberikan ruang kesamaan hak dalam memperoleh pendidikan yang layak, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang jauh dari lembaga-lembaga pendidikan yang khusus untuk mereka yang memungkinkan mereka dapat belajar bersama-samaa dengan anak normal di sekolah regular yang ada di lingkungannya atau yang dekat dengan tempat tinggal anak berkebutuhan khusus.

Sekolah-sekolah inklusi ini menuntut terdapatnya kurikulum, metode mengajar, sarana pembelajaran, system evaluasi dan guru khusus, yang dapat diintegrasikan kepada kelas reguler yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk dapat memberikan wadah dan penanganan yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus dengan anak normal yang ada di dalam kelas tersebut. Dimana untuk melaksanakan itu bukannya pekerjaan yang gampang, sehingga benar-benar kita membutuhkan guru-guru yang inklusif didalam pelaksanaan pendidikan inklusif ini secara sunggunh-sungguh.

Guru yang inklusif adalah guru yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan siswa yang beraneka ragam baik dari segi intelegensi, kemampuan kognitif, afektif , psikomotornya  dan keadaan ekonomi social anak dalam satu kelas yang inklusif dengan cara mengakomodir semua kebutuhan belajar anak dengan melakukan modifikasi didalam kurikulum, metode mengajar, sarana prasarana, system evaluasinya agar dapat dipergunakan bagi semua siswa yang ada di dalam lingkup kelas inklusif tersebut.

Ada tiga kemampuan umum yang harus dimiliki oleh guru pendidikan khusus yang akan mengarah kepada guru yang inklusif. Pertama, Kemampuan Umum ( general ability ) antara lain adalah memiliki ciri warga Negara yang religious dan berkepribadian, memiliki sikap dan kemampuan mengaktualisasikan diri sebagai warga Negara, memiliki sikap dan kemampuan mengembangkan profesi sesuai dengan pandangan hidup bangsa, memahami konsep dasar kurikulum dan cara pengembangannya, memahami disain pembelajaran kelompok dan individual dan mampu bekerja sama dengan profesi lain dalam melaksanakan dan mengembangkan profesinya.

Kedua, Kemampuan dasar ( basic ability ) meliputi memahami dan mampu mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus, memahami konsep dan mampu mengembangkan alat asesmen serta melakukan asesmen anak berkebutuhan khusus, mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus, mampu merancang, melaksanakan dan mengevaluasi program bimbingan dan konseling anak berkebutuhan khusus, mampu melaksanakan manajemen ke-PLB-an, mampu mengembangkan kurikulum  sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus serta dinamika masyarakat, memiliki pengetahuan tentang aspek-aspek medis dan implikasinya terhadap penyelenggaraan pendidikan, memiliki pengetahuan tentang aspek-aspek psikologis dan implikasinya terhadap penyelenggaraan pendidikan, mampu melakukan penelitian dan pengembangan di bidangnya, memiliki sikap dan prilaku empati terhadap anak berkebutuhan khusus, memiliki sikap professional dibidangnya, mampu merancang dan melaksanakan program kampanye kepedulian PLB di masyarakat dan mampu merancang program advokasi.

Ketiga, Kemampuan khusus ( specific ability ) kemampuan ini meliputi mampu melakukan modifikasi perilaku, menguasai konsep dan keterampilan pembelajaran bagi anak yang mengalami gangguan/kelainan penglihatan, menguasai konsep dan keterampilan pembelajaran bagi anak yang mengalami gangguan/kelainan pendengaran/komunikasi, menguasai konsep dan keterampilan pembelajaran bagi anak yang mengalami gangguan/kelainan intelektual, menguasai konsep dan keterampilan pembelajaran bagi anak yang mengalami gangguan/kelainan anggota tubuh dan gerakan, menguasai konsep dan keterampilan pembelajaran bagi anak yang mengalami gangguan/kelainan perilaku dan sosial dan menguasai konsep dan keterampilan pembelajaran bagi anak yang mengalami kesulitan belajar.

Selanjutnya dengan dimilikinya ketiga kemampuan dasar diatas oleh semua guru, maka  diharapkan akan tercipta guru-guru yang inklusif yang juga memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan yaitu memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap tentang materi yang akan diajarkan/dilatihkan dan tidak kalah pentingnya adalah memahami karakteristik siswa yang menjadi tanggungjawabnya, sehingga akan meningkatkan kemampuan dari siswa yang selanjutnya akan berdampak kepada mengsukseskan wajib belajar yang telah dicanangkan oleh pemerintah kita, untuk semua yaitu untuk siswa-siswa kita yang normal maupun siswa-siswa kita yang berkebutuhan khusus.

Penulis : Staf Guru di SLB Negeri Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat

Posted in: Opini

About the Author:

Post a Comment