Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By February 20, 2013 0 Comments

Pemerintah KSB Didesak Menambah Distributor Pupuk

Taliwang – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diminta serius untuk menambah jumlah distributor pupuk, agar persoalan petani saat musim tanam tentang kesulitan mendapatkan pupuk tidak kembali tidak kembali terdengar lagi. “Kami minta rekomendasi komisi II untuk menambah distributor diindahkan, “tegas ketua komisi II, Syaefullah SPt beberapa waktu lalu.
Ditegaskan Ipoel sapaan akrab politisi Golkar ini, hasil penelusuran komisi II menemukan bahwa salah satu factor penyebab sering terjadi kelangkaan atau kesulitan mendapatkan pupuk adalah jumlah distributor yang minim sehingga kebutuhan pupuk petani sebesar 5400 ton per musim tanam sulit dipenuhi.
Masih keterangan Ipoel, Komisi II pada beberapa waktu lalu telah telah bertemu dengan perwakilan produsen (pupuk Kaltim) di Sumbawa. Dalam pertemuan tersebut pihak produsen mengakui pada awal musim tanam lalu, pupuk agak sulit didapat karena proses pengiriman dari pabrik di Kalimantan Timur terkendala kondisi cuaca yang buruk, tetapi persoalan distributor juga diakui menjadi salah satu kendala.
“Persoalan utama dan yang harus segera disikapi pemerintah KSB adalah memberikan rekomendasi penambahan jumlah distributor, agar kita tidak lagi mendengar petani kesulitan mendapatkan pupuk, termasuk tidak lagi mencari pembenaran untuk mengelak adanya kelangkaan atau kesulitan mendapat pupuk,” timpal Ipoel.
Diingatkan Ipoel, salah satu syarat untuk mendapatkan pupuk adalah Rencana Devinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), tetapi RDKK kelompok tani sudah jauh-jauh hari diserahkan, bahkan banyak petani yang rela menyerahkan uang lebih dulu, tetapi pupuk selalu saja sulit didapat.
Persoalan kesulitan mendapat pupuk di KSB dari tahun-ketahun memang tidak kunjung terpecahkan. Kalaupun ada, harga jualnya melambung tinggi. Dalam kondisi tersebut petani berada pada posisi dilematis. Tidak dibeli tanaman padi butuh pupuk. Dibeli konsekwensinya harus merogok kantong lebih dalam.
Hasil penelusuran, sejak tahun 2010 cukup banuak perusahaan mengajukan keinginan untuk menjadi distributor, termasuk langsung melengkapi beberapa syarat yang diisyaratkan, jika ingin menjadi distributor pupuk, termasuk syarat dari segi modal, ketersediaan gudang, juga alat transportasi.(SBP-01)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment