Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By January 8, 2013 0 Comments

Ditemukan, Sejumlah Rumah Belum Rampung Dibedah Tahap Awal

Taliwang – Pekerjaan rehabilitasi rumah tidak layak huni yang menggunakan dana tahap awal dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) belum semuanya rampung, sehingga proses pencairan dana tahap kedua urung dilakukan.

Pekerjaan bedah rumah kerjasama Kemenpera dengan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang juga menggandeng PT. Newmont Nusa Tenggara (PT. NNT) akan memperbaiki 3.883 unit rumah. “Masih banyak pekerjaan tahap awal yang belum rampung, bahkan ada yang ditemui belum dikerjakan sama sekali, “sesal kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Drs Syamsul Kamil.

Lanjut Syamsul Kamil, belum rampung pekerjaan bedah rumah itu sendiri, lantaran ada beberapa kendala yang terjadi selama proses setelah pencairan anggarannya. Baik itu kendala tekhnis dan administrasi maupun persoalan yang terjadi ditingkat lapangan.

Masih pengakuan Syamsul Kamil, pihaknya terus mendesak masyarakat penerima program bersama tim pendamping untuk lebih serius menyelesaikan pekerjaan tahap awal tersebut, agar proses pencairan tahap kedua dapat segera dilakukan. “Semoga dalam waktu tidak terlalu lama, pekerjaan tahap awal ini dapat dirampungkan, karena penyelesaian pekerjaan adalah syarat pencairan tahap berikutnya,” tandas Syamsul Kamil.

Dibenarkan Syamsul Kamil, jika dilapangan masih dilihat rumah yang harus dibedah belum juga dikerjakan, sementara pemilik rumah tersebut telah menerima dana pekerjaan tahap awal, sehingga melalui tenaga pendamping akan terus menggenjot warga penerima untuk segera menyelesaikan kewajibannya tersebut. Sebab berdasarkan ketentuan program bedah rumah, pencairan tahap kedua baru dapat dilakukan Kemenpera jika warga penerima telah menyelesaikan pembangunan tahap pertamanya. “Hasil pembangunan tahap pertama harus kita perlihatkan, baru dana tahap lanjutan bisa dicairkan, ”tegas Syamsul Kamil.

Meski masih menemukan beberapa warga penerima yang belum merampungkan pembangunan tahap pertamanya, di sisi lain klaim Syamsul, banyak warga penerima yang juga telah menyelesaikan kewajibannya. Saat ini para warga penerima yang taat aturan itu kini tengah melakukan penyusunan laporan sebagai bahan pencairan dana tahap dua. “Untuk penyusunan laporan yang baik, kami juga telah meminta tenaga pendamping terlibat maksimal, agar yang disampaikan sesuai dengan keinginan Kemenpera atau tidak dikembalikan karena ada kesalahan yang akan menghambat proses pencairan tahap kedua,” lanjut Syamsul Kamil.

Soal dana dari PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) untuk mensukseskan program tersebut, Syamsul Kamil mengaku belum ada informasi terbaru dari pihak perusahaan. Padahal dijanjikan bahwa akan mencairkan dana program yang menjadi tanggung jawab perusahaan setelah pencairan tahap awal dari Kemenpera. “Untuk mendapatkan pencairan dari PT. NNT, kami telah menyerahkan bukti pencairan dan rekening warga penerima kepada perusahaan, namun sampai saat ini belum juga ada keputusan jadwal pencairannya,” sesal Syamsul Kamil.(SBP-01)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment