Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By December 3, 2012 0 Comments

Dinas Koperasi Berdayakan TKI Purna Tugas

Mataram – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Nusa Tenggara Barat memberdayakan sebanyak 30 tenaga kerja Indonesia purna tugas atau yang sudah habis masa kontraknya bekerja di Jepang, agar bisa menjadi bagian dari program penciptaan 100 ribu wirausaha baru.

“Tenaga kerja Indonesia yang purna tugas itu, kami berikan pelatihan kewirausahaan. Minimal setelah pulang ke kampung halaman, mereka ada minat memanfaatkan hasilnya bekerja di luar negeri untuk berwirausaha secara mandiri,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi NTB, Mohammad Rusdi, di Mataram. Sebanyak 30 TKI yang sudah habis masa kontraknya bekerja di Jepang tersebut, merupakan bagian dari sekitar 310 peserta yang mengikuti pendidikan dan pelatihan pengolahan produk unggulan daerah bagi wirausaha baru se-NTB.

Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB bekerja sama dengan  Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat Guna (LPTTG) Malindo, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut Rusdi, para TKI yang sudah purna tugas selama ini terkesan menghambur-hamburkan uang hasil jerih payahnya di luar negeri sehingga begitu uangnya habis mereka berpikir lagi untuk kembali menjadi TKI. “Uang yang dikirim, paling bangun rumah. Sisanya dihambur-hamburkan. Makanya kami punya keinginan agar para TKI purna tugas ini dilatih kewirausahaan, minimal dia bisa berusaha setelah kembali ke kampung halaman,” ujarnya.

Untuk saat ini, kata dia, pihaknya hanya melatih TKI yang sudah habis masa kontrak bekerja di Jepang, karena dinilai sudah memiliki tingkat pendidikan bagus dan keahlian yang bisa mendukung usaha yang akan digeluti setelah pelatihan. Selain itu, para TKI purna tugas yang pernah bekerja di negeri Matahari, sudah memiliki koordinator dan koperasi sehingga lebih mudah untuk dikoordinir. Namun tidak menutup kemungkinan, TKI yang habis masa kontraknya bekerja di Malaysia, juga akan diberikan pelatihan kewirausahaan agar mereka tidak terus menerus menggantungkan hidupnya dengan menjadi TKI. “Mungkin nanti kami akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB dalam menangani masalah TKI purna tugas. Tapi untuk saat ini, kami fokus pada mantan tenaga kerja yang pernah ke Jepang,” ujarnya.

Rusdi mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM agar bisa mengalokasikan anggaran untuk bantuan permodalan bagi para TKI purna tugas yang sudah diberikan pelatihan kewirausahaan.(ant)

Posted in: Regional

About the Author:

Post a Comment