Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By November 6, 2012 0 Comments

Pemkot Mataram Imbau Pendamping PKH Utamakan Kesopanan

Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimbau para pendamping Program Keluarga Harapan untuk mengutamakan kesopanan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait merebaknya isu penculikan anak.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Mataram H Marzuki Sahaz, di Mataram, mengatakan, isu penculikan anak yang disebar melalui layanan pesan singkat telepon selular sudah menelan lima korban jiwa.

“Untuk itu, saya imbau kepada para pendamping yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar selalu memperhatikan sopan santun dalam melakukan verifikasi data dan melakukan pendampingan terhadap masyarakat,” katanya.

Agar para pendamping PKH memahami tugasnya di lapangan, kata dia, pihaknya sudah memberikan bimbingan teknis reguler kepada tiga tenaga operator dan 19 tenaga pendamping PKH .

Sebanyak 19 tenaga pendamping PKH yang sudah mengikuti pelatihan di Malang, Jawa Timur, dan tiga  orang operator yang juga sudah mengikuti pelatihan di Jakarta, akan menjadi ujung tombak Pemerintah Kota Mataram dalam menyukseskan program PKH. “Para pendamping dan operator tersebut mempunyai kontrak kerja selama satu tahun dan akan diperpanjang sesuai prestasi yang diraih,” ujarnya.

Marzuki menjelaskan, PKH merupakan program Kementerian Sosial dalam rangka memberikan pendampingan kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM) di seluruh Indonesia agar anggota keluarga tersebut mendapatkan jaminan pendidikan dan kesehatan yang memadai.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, tercatat sebanyak 5.579 RTSM yang masuk dalam kriteria PKH di Kota Mataram.

Seluruh RTSM yang terdata akan memperoleh bantuan dari sejak kehamilan dan nifas hingga anaknya menyelesaikan Program Wajib Belajar (Wajar) sembilan tahun.

Masing-masing RTSM yang memiliki anak usia sekolah dasar akan memperoleh bantuan dana sebesar Rp400 ribu, sedangkan sekolah menengah pertama sebesar Rp600 ribu.

Sementara untuk ibu hamil dan menyusui yang masuk kategori RTSM mendapat dana bantuan sebesar Rp800 ribu. Pencairan dilakukan per tiga bulan untuk satu tahun.

Untuk mendapatkan dana tersebut, kata dia, tentu harus memenuhi persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. “Persyaratan penerima PKH, berdasarkan mekanisme pemilihan sesuai kriteria yang ditetapkan, seperti ibu hamil/nifas, memiliki bayi sampai usia enam tahun dan anak usia sekolah sampai dengan 18 tahun,” katanya.(ant)

Posted in: Regional

About the Author:

Post a Comment