Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By October 29, 2012 0 Comments

Dibantah, PT. MIM Sudah Laksanakan Pengoperasian

Taliwang – Tudingan dari kelompok masyarakat bahwa PT. Michelin Indo Mulia (PT. MIM) sudah mulai melaksanakan pengoperasian dikawasan Banjar tempat pembangunan infrastruktur dibantah oleh pihak perusahaan.
Business Development Director PT. MIM, Dr Burhanuddin yang dikonfirmasi sejumlah wartawan menegaskan, sampai saat ini tidak ada aktifitas penambangan maupun pengolahan batu material dilokasi milik perusahaan seperti yang ditudingkan tersebut, karena memang perusahaan masih melakukan proses penerbitan ijin dari Kementerian.
Tidak dibantah Burhanuddin jika perusahaan telah memagari keliling salah satu lokasi milik perusahaan yang berada di Desa Banjar, namun hal itu tidak harus langsung memunculkan anggapan bahwa perusahaan telah beroperasi. “Saya bisa memastikan bahwa belum ada aktifitas penambangan maupun pengolahan batu material berharga dilokasi Banjar,” tegas Burhanuddin.
Disampaikan Burhanuddin, lokasi Banjar yang saat ini sudah dipagar keliling bukan menjadi lokasi pengolahan perusahaan, tetapi akan dijadikan tempat pengujian atas material yang akan diolah nantinya. “Dilokasi itu akan dibangun laboraturium pengujian seluruh batuan material yang akan diolah nanti, jadi bukan tempat pengolahan,” tegas Burhanuddin.
Hal penting yang disampaikan Burhanuddin, system pengoperasian yang dilakukan pihak perusahaan sangat ramah lingkungan, karena tidak menggunakan zat kimia berbahaya seperti yang ditakutkan saat ini, karena memang keberadaan perusahaan ini untuk menjawab persoalan maraknya aktifitas Penambangan Tanpa Ijin (PETI) dengan pengolahan yang menggunakan mercury dan sianida.
Dalam kesempatan itu Burhanuddin menegaskan, PT. MIM akan membuat perjanjian kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saat akan beroperasi nantinya, jadi terlalu dini jika memunculkan tudingan bahwa PT. MIM adalah perusahaan illegal atau telah melaksanakan operasional tanpa mengantongi ijin. “Kami masih melakukan proses mendapatkan ijin dari Kementerian, setelah itu baru ada proses ijin di daerah, termasuk penandatanganan Memorandum of Undestanding (MoU),” lanjut Burhanuddin.
Ditanya soal konsentrasi pekerjaan perusahaan, Burhanuddin dengan tegas mengaku tidak terfokus pada satu batuan, tetapi akan mengolahan seluruh material mineral berharga, termasuk akan menjadi pelaku secara langsung dalam penambangan dan pengolahan. “Pokoknya keberadaan perusahaan ini menjadi solusi persoalan daerah tentang maraknya PETI,” tegas Burhanuddin.(SBP-01)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment