Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By July 6, 2012 0 Comments

NTB Optimistis IPM Bergeser Dari Peringkat 32

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merasa optimistis nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB telah bergeser dari peringkat 32 menuju perubahan yang berarti, seiring dengan berbagai upaya nyata yang dilakukan berbagai pihak.

“Kami yakin sudah ada pergeseran yang cukup signifikan menuju peringkat yang lebih baik, karena sektor pendidikan dan daya beli semakin baik,” kata Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB Tri Budiprayitno, di Mataram, Kamis, usai mendampingi Wakil Gubernur NTB Badrul Munir, pada “workshop strategi peningkatan IPM dan pengukuran indikator”, yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada “workshop” itu Wakil Gubernur NTB menekankan bahwa dua dari tiga indikator utama penilaian IPM sudah semakin baik, setelah diimplementasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

IPM menggambarkan kualitas pembangunan manusia di suatu daerah yang diukur dengan tiga indikator utama yakni daya beli masyarakat, kesehatan dan pendidikan.

Indikator pendidikan diukur dengan pendidikan formal yang dijalani atau bukan faktor intelegensia tapi dengan Angka Melek Huruf (AMH), sementara indikator kesehatan diukur dengan Angka Harapan Hidup (AHH) termasuk di dalamnya Angka Kematian Ibu (AKI) Melahirkan serta faktor-faktor yang memengaruhinya.

Sedangkan daya beli diikut dari standar kehidupan yang layak diukur dengan logaritma natural dari produk domestik bruto per kapita.

“Kalau paritas daya beli masyarakat NTB sudah menempati rangking 7 nasional, pendidikan pun sudah berkembang jauh, sehingga diyakini akan ada pergeseran nilai IPM NTB setelah BPS melakukan kajian ulang,” ujarnya.

Tri mengakui, tidak bisa dipungkiri kalau indikator kesehatan masih menjadi kendala dan mempengaruhi peringkat IPM NTB, sehingga dalam 6 tahun terakhir masih berada di posisi 32 dari 33 provinsi dengan skor 65,2 atau sedikit lebih baik dari Provinsi Papua dengan nilai 64,94 (Data BPS, 2010).

Versi BPS NTB, AHH di NTB pada 2010 tercatat 62,11 tahun, atau lebih rendah dari angka nasional 69.43 tahun. Rendahnya AHH itu dipicu oleh masih tingginya kematian bayi dan kematian ibu.

Angka Kematian Bayi (AKB) di NTB  berdasarkan SKDI 2007 tercatat sebesar 72/1.000 kelahiran hidup atau lebih tinggi dari angka nasional yakni 34/1.000 per, dan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 320/100.000 kelahiran hidup (angka nasional 228).

Jika BPS memperbaharui data di 2012, diyakini indikator kesehatan belum signifikan perubahannya.

“Namun, kami tetap optimistis, ada pergeseran peringkat IPM menuju rangking yang lebih baik dari sebelumnya,” ujar Tri.(ant)

Posted in: Regional

About the Author:

Post a Comment