Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By June 28, 2012 0 Comments

Wali Kota Mataram Bantah Abaikan Bekas Bandara

Mataram – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh membantah pernyataan beberapa pihak yang menilai dirinya tidak serius menangani pemanfaatan lahan bekas Bandara Selaparang yang sudah berhenti dioperasikan.

“Pemerintah Kota mataram sangat serius menangani pemanfaatan lahan bekas Bandara Selaparang dengan melakukan berbagai usaha antara lain membentuk tim pengkajian pemanfaatan lahan dan melakukan seminar,” katanya menjawab pertanyaan sejumlah wartawan di Mataram, Rabu.

Menurut dia, salah satu bukti keseriusan Pemerintah Kota Mataram dalam memanfaatkan lahan  bekas Bandara Selaparang adalah menjadikannya sebagai tempat pengembangan terpadu atau wisata “Meeting, Insentif, Competent dan Exhibition” (MICE).

Tim pengkajian pemanfaatan yang dibentuk oleh Pemkot Mataram sudah menggelar seminar beberapa waktu dengan mengundang pejabat dari kementerian, anggota DPR Komisi V dan Komisi III DPRD Kota Mataram, serta PT Angkasa Pura selaku pemilik lahan untuk membicarakan pemanfaatan, “Dalam seminar tersebut  disimpulkan  aset negara itu segera dimanfaatkan sehingga tidak vakum dan terlihat terlantar tanpa pemeliharaan,” ujarnya.

Lahan bekas Bandara Selaparang, kata dia, merupakan aset negara yang status pengelolaan berada di PT Angkasa Pura sehingga Pemkot Mataram tidak bisa  memanfaatkan secara langsung tanpa ada persetujuan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

PT Angkasa Pura hingga sampai saat ini masih menjadi pemegang hak pengelolaan lahan bekas Bandara Selaparang.

Pemerintah Kota Mataram telah melakukan usaha dan koordinasi dengan PT Angkasa Pura terkait pemanfaatan lahan bekas Bandara Selaparang dan PT Angkasa Pura berjanji akan menjadikannya sebagai pusat kedirgantaraan. “Namun sampai saat ini belum ada tanda tanda dilakukan proses kedirgantaraan seperti yang dimaksud PT Angkasa Pura,” ujarnya.

Ahyar mengatakan, jika hak pengelolaan berada di Pemerintah Kota Mataram atau Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, pihaknya tidak akan mungkin menunggu sampai beberapa tahun sehingga lahan kelihatan kumuh karena tidak dimanfaatkan.

Pemerintah Kota Mataram akan siap memberikan segala kemudahan kepada para investor terkait proses perizinan  pemanfaatan lahan bekas bandara.

Namun, kata Ahyar, jika hak pengelolaan diberikan kepada Pemkot Mataram, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan PT Angkasa Pura, Kementrian BUMN dan Kemetrian Perhubungan agar pemanfataan lahan yang dilakukan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) tentang Tata Kota. “Kami menginginkan agar pemanfaatannya tetap mencerminkan Kota Mataram sebagai kota yang maju, relijius dan berbudaya sehingga eks Bandara Selaparang terlihat lebih indah dan terpelihara,” katanya.(ant)

Posted in: Regional

About the Author:

Post a Comment