Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By March 11, 2012 1 Comments

Warga Lombok Barat Keluhkan Dampak Aktivitas Tambang

Lombok Barat – Warga Dusun Padak, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mengeluhkan dampak penambangan bijih besi yang dilakukan CV Padak Mas.

H Ramlah, salah seorang warga Dusun Padak, di Lombok Barat, Minggu, mengatakan, dampak negatif yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut adalah banjir yang menggenangi perkampungan dan fasilitas pendidikan.. “Dulu tidak pernah ada genangan air seperti sekarang ini. Setelah ada perusahaan tambang masuk, seringkali terjadi pada musim hujan,” ujarnya ketika ditemui sejumlah wartawan yang meninjau lokasi penambangan.

Menurut dia, genangan air setiap musim hujan terjadi karena saluran yang dibuat CV Padak Mas tidak seimbang dengan volume air lumpur dari gunung yang dikeruk.

Warga sudah beberapa kali menyampaikan keluhannnya ke pihak perusahaan terkait kiriman air lumpur dari gunung yang dieksploitasi, namun hingga saat ini tidak ada respon positif. “Kami sudah beberapa kali menggelar pertemuan dengan manajemen CV Padak Mas membicarakan masalah dampak dari kegiatannya. Terakhir kemarin Jumat (9/3). Tapi belum ada tindak lanjut yang sesuai dengan harapan kami,” katanya.

Kepala Dusun Padak H Sukiman, juga membenarkan bahwa warganya mengeluhkan kiriman air lumpur dari gunung yang dieksploitasi CV Padak Mas.

Pihak dusun dan desa juga sudah beberapa kali meminta perusahaan membuat saluran irigasi yang baik sehingga aliran air tidak lagi tersumbat dan menggenangi wilayah perkampungan.

Sukiman juga menilai dana “corporate social responsibility” (CSR) atau dana tanggung jawab sosial perusahaan yang diterima warga dari perusahaan masih dianggap kecil dan itu dikeluhkan warganya.

Perusahaan hanya sekali waktu memberikan dana bantuan untuk kegiatan dan pembangunan masjid sementara sektor lain sama sekali belum disentuh “Warga saya minta dibuatkan pusat kesehatan pembantu (pustu) tapi perusahaan malah minta warga menyiapkan lahan dulu,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Lombok Barat Lukman Muhtar, yang ikut meninjau lokasi penambangan mengaku kecewa terhadap sikap CV Padak Mas karena telah merugikan masyarakat setempat.

Menurut dia, sebelum dikeluarkannya izin eksploitasi, perusahaan seharusnya sudah menuntaskan permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan operasionalnya, baik soal lahan maupun dampak lainnya. “Perusahaan tambang itu jangan mengambil untung saja, tapi masyarakat tidak menikmati apapun, malah mendapat kerugian,” katanya.

Lukman mengancam akan meninjau ulang rekomendasi penutupan aktivitas CV Padak Mas yang sempat dicabut anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat jika perusahaan itu tidak memperhatikan keluhan masyarakat.

Direktur CV Padak Mas Sudi PM Hartawan, beberapa waktu lalu mengatakan, perusahaannya memang baru membuat kesepakatan dengan sebagian pemilik lahan dari 49 hektare (ha) luas garapannya, termasuk dengan JB yang melakukan gugatan hukum karena merasa tanahnya telah dicaplok. “Sejumlah pemilik lahan memang belum memberi persetujuan tertulis atas aktivitas yang dilakukan perusahaan. Perusahaan juga belum mengetahui keabsahan kepemilikan lahan kelompok ini serta batas wilayahnya dengan pemilik lahan yang setuju,” ujarnya.(ant)

Posted in: Regional

About the Author:

1 Comment on "Warga Lombok Barat Keluhkan Dampak Aktivitas Tambang"

Trackback | Comments RSS Feed

  1. Raina says:

    CV Padak Mas dan direkturnya penuh dengan janji-janji dan omongan palsu. Tanpa kesepakatan sudah mengambil hak orang lain, apa bedanya dengan pencuri? 

    Sampai detik ini, tidak pernah terdengar adanya pihak Padak Mas ataupun Sudi Hartawan yang menyelesaikan kewajibannya. Apakah mereka kebal hukum? 

Post a Comment