Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By February 20, 2012 0 Comments

Mobil Tangki, Solusi Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih

Taliwang – Solusi dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat yang berada dikawasan pesisir dan kawasan yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sumbawa Barat (PDAM-KSB) adalah penyaluran air dengan menggunakan mobil tangki.

Direktur PDAM KSB, Bambang ST yang ditemui media ini mengaku, pihaknya telah memberikan pelayanan dalam pemenuhan kebutuhan air dengan menggunakan mobil tangki, namun mobil tangki yang dimiliki saat ini hanya 1 unit, sehingga tidak bisa maksimal dan terpenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. “Seluruh daerah pesisir dilayani dengan menggunakan mobil tangki yang hanya 1 unit itu, “ucap Bambang.

Diingatkan Bambang, kawasan yang harus dilayani oleh mobil tangki milik PDAM itu adalah, Desa Tano, Desa Tambak Sari, Kejar Ruris, Tua Nanga, Sepakek, termasuk Desa Labuhan Lalar. Melihat jarak lokasi yang akan dilayani, jadi mustahil PDAM KSB akan mampu memenuhi kebutuhan air milik masyarakat, sehingga dalam tahun ini diusulkan ada penambahan mobil tangki.

“Kami sudah mengusulkan penambahan mobil tangki minimal 4 unit, agar seluruh kawasan yang belum memiliki jaringan atau terjangkau jaringan PDAM KSB tetap mendapatkan pasokan air bersih dan pihak PDAM KSB siap untuk mengoperasikan kendaraan tersebut, “tandas Bambang.

Diakui Bambang, pihak PDAM KSB tidak memiliki anggaran untuk pembelian mobil, tetapi mengusulkan program pengadaan mobil tangki, jadi pihak pelaksana adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pemerintahan. “Memang SKPD yang akan membeli mobil tangki tersebut, tetapi harus dilimpahkan kewenangan pengelolaan kepada PDAM KSB, agar tujuan pengadaan mobil itu dapat terpenuhi, karena PDAM KSB sangat tahu kawasan yang kesulitan air bersih, “lanjut Bambang.

Masih keterangan Bambang, pengadaan 4 unit mobil tangki harus dibarengi juga dengan pembangunan hidran umum (tangki air) dibeberapa lokasi yang akan dilayani, agar mobil yang dioperasikan hanya mendrop air, bukan dijadikan hidran umum seperti yang terjadi selama ini. “Kita bukan hanya mendrop air, tetapi mobil tangki harus standby dilokasi sampai masyarakat selesai mengambil air dari mobil, “beber Bambang.

Bambang mengaku, pelaksanaan program menuntaskan kawasan krisis air tidak mudah dan harus bertahap, jadi langkah awal yang dilakukan saat ini adalah penambahan mobil tangki, lalu akan ada tahapan lanjutan, termasuk pembangunan tangki air dilokasi yang kesulitan air dan terakhir memperluas jaringan milik PDAM KSB.(SBP-01)

Posted in: Artikel

About the Author:

Post a Comment