Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By February 5, 2012 0 Comments

Satlantas Polres Mataram Tertib Akan Pelajar Gunakan Motor

Mataram – Satuan Lalu Lintas Polres Mataram  menertibkan pelajar yang menggunakan sepeda motor, karena mereka belum memenuhi syarat memiliki surat izin mengemudi sekaligus dalam upaya menekan angka kecelakaan lali lintas di daerah itu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres AKP Made Dhanuardana di Mataram, Kamis, mengatakan berdasarkan aturan para siswa khususnya SMP hingga SMA dilarang menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya, karena mereka belum memenuhi syarat untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Menurut UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya pasal 81 ayat (2) huruf a syarat untuk mengajukan permohonan pembuat SIM minimal usia 17 tahun termasuk untuk SIM C. “Namun kenyataannya sebagian besar siswa SMP di Kota Mataram menggunakan sepeda motor ke sekolah kendati mereka belum memiliki SIM, Bahkan banyak yang tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI). Karena itu kami akan terus melakukan penertiban,” katanya.

Didampingi Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (Regiden) Satlantas Polres Mataram I Made Astina, dia mengatakan, pihaknya menyampaikan imbauan kepada para orang tua/wali agar anak-anak mereka tidak diizinkan mengendarai sepeda motor ke sekolah.

Selain itu Satlantas Polres Mataram juga menertibkan dan melarang para pemilik rumah di sekitar sekolah untuk menyediakan jasa parkir kendaraan para pelajar yang selama ini menjamur di Kota Mataram. Usaha jasa parkir itu cukup menguntungkan, ada diantaranya yang berhasil meraup penghasilan ratusan, bahkan jutaan rupiah per hari.

Pihak sekolah telah memberlakukan larangan bagi para siswa terutama SMP untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah dan memarkir kendaraan mereka di sekolah.

Namun upaya tersebut nampaknya kurang berhasil, karena para pelajar memanfaatkan jasa parkir yang disiapkan pemilik rumah yang ada di sekitar sekolah mereka. “Kami melakukan penertiban dan melarang para pemilik rumah di sekitar sekolah di Kota Mataram untuk memanfaatkan halaman rumah mereka untuk tempat parkir kendaraan para pelajar. Ini sekaligus untuk memastikan agar para pelajar tidak mengendarai sepeda motor ke sekolah,” ujarnya.

Selain itu sejak pertengahan Juli 2011 Satlantas Polres Mataram juga menggencarkan razia khusus pelajar yang mengendarai sepeda motor di jalan raya. “Pada tahap awal kami melakukan upaya persuasif dengan memberikan peringatan agar mereka tidak mengendarai sepeda motor ke sekolah dengan alasan karena belum memenuhi syarat untuk memiliki SIM dan menyampaikan imbauan agar melarang anak-anak mereka menggunakan sepeda motor ke sekolah,” katanya.

“Namun karena masih ada pelajar yang mengendarai sepeda motor ke sekolah, kami mengambil tindakan tegas dengan memberikan bukti pelanggaran (tilang) dan pembayaran denda dilakukan melalui sidang pengadilan,” katanya.

Selain diberikan tilang, sepeda motor para pelajar yang melakukan pelanggaran  lalu lintas juga ditahan dan hanya boleh diambil oleh orang tua/wali masing-masing.

Bahkan, katanya, pada saat paras orang tua/wali mengambil sepeda motor juga diminta menandatangani surat pernyataan tidak lagi mengizinkan putra/putrinya mengendarai sepeda motor ke sekolah. “Hingga kini kami masih melakukan razia penertiban pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa SIM. cukup banyak pelajar yang terjaring  karena tidak memiliki SIM dan surat-surat kelengkapan kendaraan bermotor,” katanya.

Menurut Dhnuardana, upaya penertiban yang dilakukan selama ini untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Mataram yang masih cukup tinggi dan yang menjadi korban sebagian besar pelajar.

Selain tidak memiliki SIM dan tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan, sebagian pelajar di Kota Mataram tidak menggunakan helm standar. Sebagian besar pelajar kebut-kebutan di jalan raya dan berkendara secara ugal-ugalan, ini salah satu faktor penyebab seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas. “Karena itu kami akan terus melakukan upaya penertiban pelajar menggunakan sepeda motor ke sekolah. Selain untuk menjaga ketertiban lalu lintas untuk menghindarkan mereka dan pengguna jalan lain dari kecelakaan lalu lintas,” kata Dhanuardana.

Menurut data, selama Januari 2011 jumlah pelajar yang terjaring razia penertiban mencapai 558. Pada umumnya siswa SMP yang masih di bawah umur dan memenuhi syarat untuk untuk mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.(ant)

Posted in: Regional

About the Author:

Post a Comment