Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By September 10, 2011 0 Comments

NTB Dan Akita Mantapkan Rencana Kerjasama Pertanian

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, tengah memantapkan rencana kerjasama bidang pertanian dengan Pemerintah Provinsi Akita, Jepang.

Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Bayu Windia, di Mataram, Kamis, mengatakan, rencana kerjasama bidang pertanian yang tengah dimantapkan itu akan mengawali hubungan kerjasama antarprovinsi lintas negara antara NTB dan Akita, Jepang.

“Mereka (Akita-Jepang, Red) yang lebih dulu menawarkan jalinan kerjasama bidang pertanian itu, dan kami menyambutnya. Namun, masih harus dibicarakan berbagai hal yang perlu dipersiapkan,” ujarnya.

Rencana kerjasama bidang pertanian antara Provinsi Akita, Jepang, dengan NTB, Indonesia, itu dikemukakan Presiden Direktur PT Bio Greenland S. Yamane, yang didampingi Manager Administrasi dan Personil PT Bio Greenland Tita Wahyuningtyas, kepada Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi.

PT Bio Greenland merupakan perusahaan milik investor asal Provinsi Akita, Jepang, yang memiliki kantor di Jakarta Selatan, yang tengah mengembangkan tanaman jarak Kepyar di Pulau Sumbawa dan Lombok, NTB.

Bahkan, PT Bio Greenland pun telah membangun pabrik pengolahan biji jarak Kepyar di Desa Samabuik, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, sejak 2009 dan mulai beroperasi pada Agustus dan memproduksi sekitar 40 ton biji jarak Kepyar. Tahun ini telah diproduksi sebanyak 300 ton.

Pabrik pengolahan biji jarak Kepyar itu mampu memproduksi 10.000 hingga 12.000 ton dalam setahun.  Namun, hingga kini baru mencapai 300 ton sehingga mengharapkan dukungan pemerintah daerah dan petani untuk mengembangkan demplot, dan jalinan kerjasama dengan petani.

Biji jarak Kepyar itu diolah untuk menghasilkan minyak castrol, sementara kulit, batang dan ampasnya akan diolah untuk menghasilkan biomassa.

Sejauh ini, PT Bio Greenland sudah mengembangkan jarak Kepyar pada areal seluas 3.000 hektare untuk perkebunan plasma dan 100 hektare untuk perkebunan inti. Sampai 2012 ditargetkan penambahan areal perkebunan inti menjadi 1.000 hektare.

Bayu mengatakan, dalam proses investasi pengembangan jarak Kepyar, manajemen PT Bio Greenland juga merencanakan kegiatan “sharing” informasi antara petani Jepang dengan NTB.

Presiden Direktur PT Bio Greenland juga akan memfasilitasi pertemuan Gubernur Akita-Jepang dengan Gubernur NTB, guna membicarakan lebih lanjut rencana kerjasama antarpetani lintas negara itu.

“Katanya Januari 2012, Gubernur Akita akan datang ke NTB dan membicarakan mekanisme kerjasamanya. Petani Akita-Jepang akan berbagi informasi dengan petani NTB,” ujarnya.

Jika rencana kerjasama antarpetani lintas negara itu terealisasi, kata Bayu, maka petani Jepang yang berlibur ke wilayah NTB akan memanfaatkan waktu luangnya untuk “sharing” informasi dengan petani NTB.

Salah satu materi informasi itu yakni tata cara bercocok tanam jarak Kepyor, dan tanaman produksi lainnya.

“Jadi, petani Jepang selain berlibur ke NTB juga bisa tinggal sampai tiga bulan untuk berbagi informasi dengan petani kita. Tentu, mendatangkan manfaat untuk kesejahteraan petani di daerah ini,” ujarnya.

Karena itu, tambah Bayu, pemerintah dan petani di wilayah NTB perlu mendukung kelancaran pengembangan tanaman jarak Kepyar yang dilakukan investor asal Akita, Jepang itu.(ant)

Posted in: Regional

About the Author:

Post a Comment