Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By September 10, 2011 0 Comments

Investor Jepang Kembangkan Jarak Kepyar Di NTB

Mataram – Investor asal Provinsi Akika, Jepang, kembangkan tanaman jarak kepyar di Pulau Sumbawa dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), guna menghasilkan minyak castrol dan biomassa.

Dalam pengembangan jarak Kepyar (Ricinnus Communis L) di wilayah NTB, investor Jepang itu menggunakan perusahaan PT Bio Greenland berkantor pusat di Jakarta Selatan.

Presiden Direktur PT Bio Greenland S. Yamane, di Mataram, Kamis, mengatakan, pihaknya telah membangun pabrik pengolahan biji jarak kepyar di Desa Samabuik, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, sejak 2009.

“Grand Opening pabrik pada 17 Juli 2010 dan mulai beroperasi pada Agustus dan memproduksi sekitar 40 ton biji jarak kepyar. Tahun ini telah diproduksi sebanyak 300 ton,” ujarnya.

Yamane yang didampingi Manager Administrasi dan Personil PT Bio Greenland Tita Wahyuningtyas, mengatakan pabrik pengolahan biji jarak kepyar itu mampu memproduksi 10.000 hingga 12.000 ton dalam setahun.

Namun, hingga kini baru mencapai 300 ton sehingga mengharapkan dukungan pemerintah daerah dan petani untuk mengembangkan demplot, dan jalinan kerjasama dengan petani.

Biji jarak kepyar itu diolah untuk menghasilkan minyak castrol, sementara kulit, batang dan ampasnya akan diolah untuk menghasilkan biomassa.

“Kami juga akan berupaya agar petani bisa memperoleh pendapatan yang lebih dari sistem tumpangsari dengan tanaman pertanian seperti jagung dan tanaman lainnya,” ujarnya.

Menurut Yamane, meskipun pabrik pengolahan biji jarak kepyar itu berlokasi di Pulau Sumbawa, pihaknya juga menerima pasokan biji jarak itu di Pulau Lombok.

Bahkan, bersedia menampung biji jarak kepyar dari petani binaan perusahaan investasi lainnya, sesuai harga yang disepakati.

PT Bio Greenland membeli biji jarak kepyar dengan harga yang semakin meningkat yakni Rp1.500/kilogram di 2010 menjadi Rp2.500/kilogram di 2011 dan diupayakan mencapai Rp3.000/kilogram di 2012. “Kami tidak hanya menerima biji jarak dari petani binaan PT Bio Greenland saja, tetapi juga petani binaan perusahaan lainnya,” ujarnya.

Sejauh ini, PT Bio Greenland sudah mengembangkan jarak kepyar pada areal seluas 3.000 hektare untuk perkebunan plasma dan 100 hektare untuk perkebunan inti. Sampai 2012 ditargetkan penambahan areal perkebunan inti menjadi 1.000 hektare.

Khusus untuk produk biomassa, manajemen PT Bio Greenland tengah menjalin kerja sama dengan investor lainnya agar dapat mengembangankannya dalam skala besar.

Diharapkan bahan baku biomassa bukan hanya bersumber dari kulit, batang, ampas jarak kepyar, tetapi juga dari tongkol jagung, sekam padi, tempurung kelapa. “Perusahaan mitra itu sudah ada, kami belum bisa sebut namanya, tetapi telah melakukan studi kelayakan sejak awal September lalu,” ujarnya.(ant)

Posted in: Regional

About the Author:

Post a Comment