Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By August 12, 2011 0 Comments

Wagub NTB Minta KSB Laksanakan Festival Skala Internasional

Taliwang – Wakil Gubernur NTB, Ir Badrul Munir meminta pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk membuat program yang berskala internasional, agar dapat mensosialisasikan dan mengembangkan dunia pariwisata di Bumi Pariri Lema Bariri.
Saat bertandang di KSB dalam rangkaian safari ramadhan, Badrul Munir menyampaikan, Kabupaten Bima sudah memiliki festival skala internasional, yaitu pawai kuda bima, begitupun dengan Kabupaten Dompu dengan festival Lakey, dimana dapat menghadirkan turis mancanegara sebagai peserta surfing, jadi di KSB juga harus mampu melaksanakan festival yang berskala internasional.
Diingatkan Badrul Munir, dengan adanya festival berskala internasional, obyek wisata yang ada di Bumi Pariri Lema Bariri akan tersosialisasi dengan sendirinya, lalu berujung pada pengembangan dunia pariwisata di KSB. “Saya berharap pemerintah KSB menyiapkan program untuk dilaksanakan, terutama dalam mengembangkan dunia pariwisata,” tandas Badrul Munir.
Pelaksanaan festival berskala internasional yang diharapkan itu, tidak harus dilaksanakan pada tahun 2011 ini, tetapi harus sudah mulai disiapkan jadwal atau agendanya, sehingga pada tahun 2012 mendatang dapat dilaksanakan. “Kita semua tahu bahwa tana samawa memiliki potensi untuk dikembangkan, tinggal bagaimana pemerintah kabupaten dapat mengemasnya dalam bentuk festival yang akan mampu memancing para wisatawan,” lanjut Badrul Munir.
Kepala dinas Energi Sumber Daya Mineral Kebudayaan dan Pariwisata (ESDM Budpar), Drs Hajamuddin MM yang dikonfirmasi mengaku, saat ini sedang mempersiapkan festival kebo. Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam festival kebo bukan hanya akan mempertontonkan karaban kebo, tetapi akan dilaksanakan seminar kebo, wisata kuliner yang berbahan dasar kebo, termasuk pameran kebo.
Kegiatan itu direncana pada Nopember mendatang, sehingga meminta dukungan semua pihak, baik itu masyarakat maupun sektor lain, karena pelaksanaan festival kebo ini bukan hanya untuk menyambut Hari Lahir (Harla) Bumi Pariri Lema Bariri, tetapi bagian dari menyambut visit Lombok-Sumbawa 2012, termasuk untuk mempertahankan kebudayaan tana Samawa.
“Festival ini akan menjadi agenda tahunan pemerintah KSB, dan akan menjadi momentum berskala internasional seperti harapan pemerintah provinsi,” tandas Hajamuddin. (SBP-01)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment