Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By July 25, 2011 0 Comments

Melanggar UU, DKPP Amankan Kompresor Nelayan

Taliwang – Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah mengamankan komprensor milik nelayan lantaran penggunaan alat itu untuk melakukan penangkapan termasuk tindakan yang melanggar Undang-undang (UU) Nomor 45 tahun 2009.
Kepala DKPP KSB, Ir. H. Abbas yang ditemui membenarkan adanya penyitaan kompresor milik nelayan yang sedang melakukan akifitas penangkapan ikan di perairan Selat Alas. Penyitaan dilakukan saat melakukan patroli keliling bersama Angkatan Laut (AL) beberapa waktu lalu.
“Saat kami melakukan patroli laut untuk mengawasi perairan KSB, tim menemukan dua kapal nelayan yang sedang melakukan penangkapan ikan dengan cara menyelam, dan mereka menggunakan alat bantu kompresor, sementara penggunaan alat seperti itu tidak dibenarkan atau melanggar UU,“ ucap H Abbas.
Sebelumnya, Diskanlutnak sudah melakukan sosialisasi tentang pemberlakuan UU Nomor 45 tahun 2009, dimana pada pasal 9 menjelaskan, setiap orang dilarang memiliki, menguasai, membawa, dan atau menggunakan alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan termasuk di kapal penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.
Dijelaskan Abbas, dalam UU itu sangat terang disampaikan bahwa penggunaan alat bantu penangkapan seperti jaring trawl, pukat harimau dan atau kompresor tidak dibenarkan. Jika ada nelayan yang melakukan tindakan melawan hukum seperti itu akan ditindak tegas, termasuk dengan melakukan penyitaan alat tangkap yang dilarang itu.
Abbas tidak membantah, jika masih banyak nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan menaburkan potasium ke dasar laut. Selain potasium, pencari kerang dan penyelam lobster juga, dipastikan akan merusak karang yang ada di dasar laut,
“Katakan dia tidak menggunakan potasium dan meyelam untuk mencari kerang atau lobster, tetap saja nelayan itu mencongkel dan menghancurkan karang yang ada di dasar laut,” ungkap Abbas.
Ironisnya lagi, sambung dia, penggunaan kompresor akan membahayakan kesehatan para nelayan. Karena gas monoksida dari mesin kompresor langsung disedot dan masuk ke paru-paru para penyelam. Selain merusak lingkungan, kompresor juga akan mengancam jiwa para nelayan.
Terkait dengan sanksi apabila melanggar pasal 9 yang dijelaskan tadi, maka pada pasal 85 UU itu sudah menegaskan, akan dikenakan ancaman pidana dengan kurungan penjara selama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 2 juta.
“Kami terus melakukan sosialisasi aturan ini kepada para nelayan di KSB, agar keselamatan lingkungan perairan dan dasar laut tetap terjaga,” tandas Abbas.(SBP-02)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment