Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By July 13, 2011 0 Comments

Sumbawa Barat Harapkan HTR Cegah Perambahan Hutan

Taliwang – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat mengharapkan program Hutan Tanaman Rakyat  yang dicanangkan Kementerian Kehutanan tahun 2011 dapat mencegah aksi perambahan hutan yang semakin marak akhir-akhir ini.

Kepala Seksi Pengawasan Hutan, Dinas Kehutanan Kabupaten Sumbawa Barat Mars Anugriyansyah mengatakan, Hutan Tanaman Rakyat (HTR) mulai dibuka di kawasan hutan Desa Tepas di Kecamatan, Brang Rea dan Desa Belo, Kecamatan Jereweh dengan luas areal seluruhnya mencapai 1.160 hektare.

Seluruh lahan itu, katanya, dikelola  oleh kelompok masyarakat dan diarahkan untuk pengembangan hortikultura seperti cengkeh dan kopi. “HTR dibuka di hutan produksi, artinya masuk dalam kawasan hutan hanya saja pemanfaatannya dialihkan,” ujarnya.

Sesuai dengan kebijakan Kementerian kehutanan, kawasan hutan produksi khusus untuk HTR diarahkan guna memberi  manfaat bagi masyarakat  yang biasa berladang agar mengelola lahan dan hutan sesuai peruntukkan sebagiamana diharapkan pemerintah.

Selama ini, katanya, di Sumbawa Barat sering terjadi kasus perambahan hutan oleh oknum masyarakat dengan modus membuka lahan baru. “Dinas Kehutanan Kabupaten Sumbawa Barat mulai melakukan sosialisasi kepada ratusan warga mengenai  manfaat dan petunjuk pelaksaan HTR dengan harapan bisa mencegah masyarakat merambah hutan. Sosialisasi tersebut juga menyangkut aspek hukum dan sosial,” ujarnya.

HTR, kata Mars, menurupakan program Kementerian Kehutanan  atas usulan pemerintah Sumbawa Barat dan telah dilakukan identifikasi berbagai potensi kerusakan hutan, baik skala kecil dan besar untuk dipertimbangkan agar pemanfaatannya lebih bertanggungjawab. “Kawasan hutan harus dikelola dengan baik dan sesuai aturan. Kami juga mendata titik penambangan rakyat yang merusak kawasan hutan dan pengendalian harus dilakukan sejak dini, misalnya dengan penertiban,” katanya.

Penambangan ilegal dan perambahan hutan  menjadi persoalan serius yang  kini dihadapi pemerintah.(ant)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment