Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By January 31, 2011 0 Comments

Pertemuan Lanjutan Pimpinan Ponpes NTB Akhir Februari

Mataram – Pertemuan lanjutan pimpinan pondok pesantren se-Nusa Tenggara Barat untuk membahas berbagai upaya mendukung kemajuan pembangunan dijadwalkan akhir Februari 2011.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Suhaimi Ismy, di Mataram, Minggu, mengatakan pihaknya akan memfasilitasi pertemuan lanjutan pimpinan pondok pesantren (ponpes) se-NTB itu. “Kami siap fasilitasi karena pertemuan silaturahim pimpinan ponpes yang dihadiri banyak tuan guru dan tokoh agama lainnya itu dipandang penting dalam membangun daerah sesuai bidang tugasnya,” ujarnya.

Suhaimi berjanji akan menggunakan tempat yang lebih representatif untuk menggelar pertemuan silaturahim pimpinan ponpes se-NTB itu, seperti di aula hotel berbintang karena program itu didukung dana APBN.

Pertemuan pertama silaturahim pimpinan ponpes se-NTB digelar di Asrama Haji NTB di Jalan Lingkar Selatan, Kabupaten Lombok Barat, 26 Januari lalu.

Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKPP) NTB yang diketuai oleh TGH Syafwan Hakim, dan didanai oleh Pemprov NTB.

Dalam pertemuan itu, para tuan guru dan tokoh agama lainnya meminta agar pertemuan silaturahim itu digelar secara berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu.

Gubernur NTB TGH M. Zainul Majdi, yang menghadiri pertemuan itu setuju dan menyatakan mendukung pertemuan lanjutan secara berkala.

Majdi mengatakan, pertemuan silaturahim itu merupakan media bagi para tuan guru dan tokoh agama lainnya di wilayah NTB untuk saling berkoordinasi terkait proses pembangunan di berbagai bidang, terutama sektor pendidikan dan keagamaan. “Selain bersilaturahim, para tuan guru dan tokoh agama juga ingin mendapatkan penjelasan dari pemerintah soal berbagai kegiatan pembangunan, seperti pembangunan ‘Islamic Center’ dan kegiatan pembangunan lainnya,” ujarnya.

Pemprov NTB, kata Majdi, akan terus mendukung peningkatan silaturahim di kalangan pemimpin pondok pesantren itu, sekaligus menjadikan momentum pertemuan itu sebagai media pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Tokoh agama merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat sehingga berhak mengetahui program dan kegiatan yang hendak atau akan dilaksanakan pemerintah. “Pertemuan ini juga sebagai pertanggungjawaban saya kepada masyarakat melalui para tuan guru dan tokoh agama lainya, atas apa yang sudah saya lakukan sebagai gubernur,” ujarnya.

Gubernur NTB periode 2008-2013 yang juga berasal dari kalangan ulama itu berharap pertemuan silaturahim pimpinan pondok pesantren itu akan berlangsung secara berkala dan terus berkelanjutan serta didukung semua pihak terkait.(ant)

Posted in: Regional

About the Author:

Post a Comment