Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By January 29, 2011 0 Comments

Tim Teknis Beri Warning CV Graha Utama

Taliwang – Sejumlah sopir dump truck pengangkut tanah uruk memarkirkan kendaraannya di depan Kantor Graha Fitrah Komplek Kemutar Telu Centre (KTC) karena aktifitas mereka untuk sementara dihentikan.
Penghentian sementara operasional sejumlah dump truck tersebut dikarenakan adanya keluh msyarakat Dusun Sebubuk Komplek KTC yang mengaku merasa terganggu dengan aktifitas operasional dump truk tersebut.
Kepala Dinas ESDM Budpar KSB, Drs. Hajamuddin menjelaskan, sudah banyak masuk short massage service (SMS) dari masyarakat yang mengadu langsung ke bupati yang mengaku khawatir aktifitas dump truck tersebut akan merusak lingkungan, sehingga tim teknis yang terdiri dari Dinas ESDM Budpar, BLH, Kominfo, Kesbangpol dan Sat Pol PP KSB, berupaya untuk menghentikan sementara aktifitas operasional dump truck.
“Karena banyaknya pengaduan dari masyarakat, akhirnya untuk sementara aktifitas operasional dump truck dihentikan hingga ada kesepakan bersma,” ungkap Hajamuddin.
Bupati Sumbawa Barat, DR. KH. Zulkifli Muhadli, SH. MM., yang berada di tempat, secara langsung mengimbau kepada tim teknis untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dan jangan sampai menimbulkan masalah baru. Tim teknis langsung mengadakan pertemuan dengan pihak perusahaan yang menjalankan proyek pengurukan lingkungan KTC.
Muhammad bin Husein alias Mad Galon selaku Direktur CV Graha Utama membuat kesepakatan yang tertuang dalam pernyataan dan wajib dilaksanakan oleh pihak perusahaan sebagai kewajiban setelah melakukan penambangan/pengurukan di kawasan Sebubuk tersebut.
“Kami siap untuk bekerja sama apapun bentuknya,” ujar Mad Galon singkat.
Adapun poin-poin yang telah dilahirkan pada kesempatan tersebut yaitu, pihak perusahaan wajib melakukan penataan dan normalisasi, melakukan reklamasi (penghijauan), menyerahkan uang jaminan reklamasi kepada pemerintah daerah, sanggup diawasi oleh tim teknis selama melakukan kegiatan pengurukan, target batuan uruk yang akan diambil sebanyak kurang lebih 60.000 kubik, lokasi yang diambil harus sesuai dengan gambar yang telah dibuat oleh tim teknis, resiko kerusakan lingkungan menjadi tanggung jawab perusahaan, dan jika kesepakatan tidak diindahkan, maka tim teknis akan mengkentikan secara sepihak.(SBP-02)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment