Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By February 21, 2017 0 Comments

Pemerintah KSB akan “Adili” Managemen PT AMNT

Taliwang, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), akan memanggil managemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), untuk memberikan penjelasan tentang kasus dugaan pencemaran sungai Tongo Loka, Sungai Sejorong dan pantai sekitar Desa Tongo Kecamatan Sekongkang, akibat luapan air asam tambang Batu Hijau di Dam Santong 3 dan Dam Tongo Loka.

“Dalam waktu dekat managemen PT AMNT akan dipanggil untuk memberikan keterangan soal kasus tersebut, karena ini bukan persoalan sepele, apalagi sampai menunjukan dampak matinya ikan disekitar sungai yang menjadi jalur lintasan limpahan air asam tambang tersebut,” tegas wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin ST, kemarin.

Dikesempatan itu Fud sapaan akrab wabup KSB, mengaku sangat menyayangkan sikap perusahaan yang kurang tanggap dengan persoalan tersebut, sebab pihak perusahaan sendiri sangat mengerti, jika air asam tambang Batu Hijau di Dam Santong 3 dan Dam Tongo Loka sangat berbahaya dan tidak boleh meluap. “Ini termasuk kelalaian perusahaan, jadi harus dipanggil untuk dimintai keterangan serta pertanggung jawabannya,” timpalnya.

Fud mengakui, jika pemanggilan itu sendiri bukan sekedar meminta pertanggung jawaban perusahaan, tetapi untuk membahas solusi penyelesaiannya, sehingga dampak tidak terus meluas, sampai merusak ekosisten perairan. “Pemerintah ingin segera menyelesaikan persoalan itu secara baik, jadi harus dibahas bersama pihak perusahaan, karena pihak perusahaan sangat mengerti langkah yang bisa menjadi solusinya,” lanjutnya.

Sambil menunggu jadwal pertemuan, Fud telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Camat Sekongkang, agar bisa melakukan pengecekan lapangan, sehingga memiliki data tentang kasus pencemaran tersebut, agar bisa memprediksi langkah yang bisa dilakukan pemerintah. “Sebagai langkah awal sekarang ini, saya sudah perintahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, agar cek lapangan, sehingga memiliki data akurat soal indikasi pencemaran tersebut,” urainya.

Disampaikan juga, jika tim pemerintah KSB yang diminta melakukan cek lapangan, agar segera memberikan laporan, termasuk opsi untuk penyelesaikan persoalan pencemaran tersebut, sehingga ada langkah cepat sebagai bentuk antisipasi meluasnya areal pencamarannya. “Saya minta tidak harus lama-lama laporannya, karena ini persoalan sangat penting dan harus tuntas cepat,” katanya.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu, masyarakat setempat menemukan ikan, udang dan kepiting air tawar mati dijalur sungai dan disekitar pantai sekitar Desa Tongo yang diduga kuat karena terpapar air asam tambang, apalagi pihak perusahaan membenarkan adanya luapan air asam tambang tersebut.

Sementara H Ruslan Ahmad selaku General Supervisor dept Komunikasi pada PT AMNT mengakui, jika kedua dam yang merupakan penampung air asam tambang yang dipompa dari lubang pit (lubang tambang) PT AMNT di Batu Hijau itu meluap, lantaran terjadinya peningkatan curah hujan sejak beberapa hari lalu. “Curah hujan ini menyebabkan struktur pengendali sedimen (dam) Santong dan Tongoloka mengalami peningkatan air lebih dari biasanya dan meluap,” katanya.

Disampaiknya, jika perusahaan bersama pihak pemerintah telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian serta pemantauan dampak lingkungan yang terjadi. Hal itu sebagai bentuk meminimalkan dampak yang terjadi. “Pengendalian saat ini masih dilakukan dan pemantauan kualitas air maupun biota di perairan Sungai Tongoloka dan Sungai Sejorong juga masih berlangsung,” lanjutnya. **

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment