Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By January 31, 2017 0 Comments

DKP Intai Nelayan Penangkap Ikan Dengan Potasium

Taliwang, – Laporan ada nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan potasium sudah diterima Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), sehingga akan dilakukan sosialisasi tentang bahaya penggunaan zat kimia tersebut, karena bakal merusak ekosistem dan terumbu karang, termasuk melakukan pengintaian dan patroli keliling.

“Sebagai langkah pencegahan, kami akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat nelayan, agar tidak melakukan tindakan yang melawan hukum tersebut. langkah lain yang pasti dilakukan, melakukan patroli agar bisa menangkap tangan para pelakunya, sebagai bentuk efek jera dan peringatan bagi nelayan, bahwa tindakan itu tidak dibenarkan,” tegas agusman spt selaku kabid sumberdaya dan peningkatan daya saing produk kelautan perikanan pada DKP Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Daeng Agus sapaan akrabnya juga mengakui, jika informasi adanya aktifitas penangkapan ikan dengan menggunakan potasium, sudah cukup lama didengar, namun untuk menangkap pelaku butuh strategis, terutama dukungan dari berbagai pihak, termasuk pihak Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Butuh dukungan semua pihak untuk bisa menangkap pelaku, terutama masyarakat yang akan memberikan informasi,” katanya.

Disampaikan Daeng Agus, untuk membuktikan bahwa nelayan bersangkutan menggunakan potasium saat melakukan penangkapan, harus didukung oleh bukti yang kuat, sementara nelayan yang menjadi pelaku cukup terbiasa dan rapi saat melaksanakan aktifitasnya. “Kami sudah cukup sering mendatangi kapal nelayan yang dicurigai, namun saat diperiksa dalam kapalnya, tidak ditemukan barang bukti tersebut,” lanjutnya.

Ditegaskan Daeng Agus, pihaknya tidak akan pernah menyerah untuk menjaga ekosistem laut, jadi akan meningkatkan patroli keliling, sehingga tidak ada ruang bagi para pelaku untuk kembali melakukan aktifitasnya. Rencana meningkatkan patroli itu sendiri juga untuk menutup ruang bagi para pelaku destruktif fishing dan pelaku illegal fishing. “Kami akan meningkatkan patroli,” janjinya.

Sebagai informasi, tekhnis penangkapan ikan dengan menggunakan zat kimia tersebut cukup gampang dan bisa menghasilkan jumlah tangkapan lebih banyak, karena cairan potasium yang tercampur dengan air laut akan menjadi pembius ikan, namun nelayan tidak sadar bahwa zat kimia itu justru akan menggangu ekosistem laut, bahkan bisa merusak terumbu karang.

Diakhir keterangannya, Daeng Agus juga mengatakan bahwa ditahun ini, pihaknya akan lebih meningkatkan ajakan kepada masyarakat, agar melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap yang tidak dilarang, serta ramah lingkungan untuk menjaga ekosistem perairan di Bumi Pariri Lema Bariri. (SBP-03)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment