Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By January 31, 2017 0 Comments

Blok Batu Nampar “Resmi” Tanah Pencanangan Transmigrasi

Taliwang, – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa bernomor 34/Pdt.G/2016/PN.Sbw, memperkuat klaim pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), bahwa lahan yang berada di Talonang baru atau yang dikenal Blok Batu Nampar, resmi areal pencanangan transmigrasi yang telah dikuasai oleh masyarakat secara melawan hukum.

Kasus yang sudah ada putusan itu merupakan gugatan perdata yang disampaikan penggugat, masing-masing Teguh Pristiono, warga Desa Bukit Damai kecamatan Maluk dan H Muharram yang beralamat di Desa Padasuka kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa. Dua orang penggugat itu mengklaim sebagai pemilik lahan seluas 2 hektar untuk masing-masing.

“Kami sudah menerima salinan putusan kasus tersebut, dimana PN Sumbawa mengeluarkan putusan untuk menolak provisi para penggugat, menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard) dan menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara yang ditimbulkan sebesar Rp. 4.551.000,-,” tegas kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker), H Abdul Hamid, MPd kepada media ini.

H Hamid juga menyampaikan, jika yang digugat dalam kasus itu bukan pemerintah KSB, tetapi PT Pulau Sumbawa Agro (PSA), karena perusahaan itu yang diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk mengelola areal pencanangan transmigrasi tersebut. “Keputusan PN Sumbawa menetapkan bahwa PT PSA sebagai pemenang, jadi jelas bahwa terjadi penguasaan lahan secara melawan hukum oleh kelompok masyarakat,” lanjutnya.

Terkait dengan kasus pidana, H Hamid tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh, karena kasus itu telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. “Saya belum tahu perkembangan kasus pidana yang ditangani Polres KSB, karena memang pemerintah menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum kepada penegak hukum,” terangnya.

Atas putusan itu sendiri, H Hamid telah melayangkan surat bernomor 595/1396/STKT yang ditujukan kepada Bupati KSB. Surat itu selain sebagai laporan, juga untuk meminta petunjuk lebih lanjut bentuk penanganan terhadap lahan yang secara resmi telah dimenangkan dalam kasus hukumnya.

Sebagai informasi juga, luas areal Tanah Negara Blok Batu Nampar (TNBBN) sekitar seribu hektar lebih, dimana ada sekitar 674 hektar telah dikuasai oleh masyarakat, dengan dalil tanah adat yang dikuasai secara turun temurun. (SBP-02)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment