Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By April 27, 2011 0 Comments

Bupati KSB Pastikan, Tutup Tambang Tidak Rugikan Daerah

Taliwang – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM memastikan, penutupan aktifitas tambang tidak akan merugikan daerah, namun sebaliknya. Aktifitas tambang yang terjadi sampai saat ini merugikan daerah, lantaran tidak memberikan kontribusi besar bagi daerah sebagai pemilik Sumber Daya Alam (SDA).
Orang nomor wahid di Bumi Pariri Lema Bariri ini mengingatkan, royalty yang diterima pemerintah KSB setiap tahun kisaran Rp. 60 miliar. Penerimaan royalty tersebut justru mengurangi Dana Alokasi Umum (DAU), jadi aktifitas pertambangan yang mengeruk kekayaan alam KSB itu merugikan daerah, jadi kalau terjadi penutupan akan menguntungkan daerah nantinya.
“Dimana sisi daerah akan rugi jika terjadi penutupan aktifitas tambang yang dilakukan PT. Newmont Nusa Tenggara (PT. NNT), justru sebaliknya daerah akan rugi, jika aktifitas tambang tetap dilaksanakan seperti saat ini, dimana kontribusi untuk daerah penghasil tidak ada,” timpal Kyai Zul.
Kyai Zul juga memastikan, Surat Keputusan (SK) 148A tentang penutupan sementara aktifitas PT. NNT akan berlaku, jika pemerintah daerah tidak dapat mengakuisisi saham. SK 148A diakui juga tidak melanggar aturan, justru merealisasikan amanat Undang-undang (UU) nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba).
Diingatkan Kyai Zul, pada UU minerba pasal 115 menegaskan, aktifitas pertambangan dapat ditutup, jika masyarakat yang terkena langsung dampak pertambangan keberatan dengan aktifitas tersebut. Masyarakat KSB adalah masyarakat yang terkena langsung dampak aktifitas pertambangan, dan masyarakat sudah membuat gerakan aktifitas penolakan tambang dengan menutup gate. Aksi itu dapat dijadikan alasan bagi pemerintah untuk menutup aktifitas tambang PT. NNT.
“Saya sebagai kepala daerah telah diberikan mandat oleh UU untuk mengawasi aktifitas tambang dan diberikan kewenangan untuk mengeluarkan SK penutupan aktifitas tambang untuk sementara waktu, jika aktifitas itu ditolak oleh masyarakat, apalagi seluruh masyarakat dan DPRD KSB secara kelembagaan telah memberikan mandate untuk mengawal dan merealisasi Tritura,” lanjut Kyai Zul.
Kyai Zul juga mengaku siap bersama dengan masyarakat untuk menutup aktifitas tambang, jika seluruh tuntutan masyarakat yang tertuang dalam Tritura tidak terealisasi. Soal pemberlakukan SK 148A tergantung proses akuisisi saham. “Kalau hari ini KSB batal mengakuisisi saham, maka besok harus berlaku SK penutupan aktifitas tambang dan saya akan bersama masyarakat untuk melakukan aktifitas penutupan tambang tersebut,” janji Kyai Zul. (SBP-01)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment