Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By June 2, 2016 0 Comments

Pemerintah Dan Wartawan KSB kunjungi Hutan Eks Tambang PT. NMR

Minahasa Tenggara, – Sejumlah pejabat lingkup pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), termasuk pejabat provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akademisi bersama wartawan yang bertugas di KSB dan Kabupaten Sumbawa, berksempatan untuk mengunjungi hutan bekas lokasi penambangan PT Newmont Minahasa Raya (NMR) yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Untuk menuju lokasi yang dulunya menjadi areal penambangan emas oleh PT NMR sangat tidak mudah, karena harus menggunakan kendaraan dobel gardan dan rombongan masih harus berjalan kaki untuk bisa melihat langsung lubang bekas penambangan itu, karena seluruh kawasan sudah ditumbuhi pohon hasil reklamasi yang dilakukan pihak perusahaan pasca dilakukan penutupan.

Lokasi itu sengaja dipilih untuk dikunjungi, agar bisa mendapat pemahaman tentang lokasi eks tambang, termasuk untuk bahan pemerintah daerah dalam menangani lokasi eks tambang nantinya. Selain melihat langsung lokasi, rombongan juga mendapat pemaparan tentang tahapan yang dilaksanakan perusahaan, sejak ditetapkannya penutup tambang.

“Ini hal yang luar biasa, lokasi yang dulunya sebagai tempat eksplorasi tambang emas, kini telah berubah kembali menjadi hutan belantara. Hal ini sebagai upaya serius perusahaan untuk mengembalikan fungsi hutan itu sendiri, apalagi habitat satwa juga sudah kembali seperti semula, jadi patut menjadi contoh bagi semua pihak,” tutup Slamet SP, MSi, kabid Kehutanan pada Dinas Kehutanan Perkebunan Pertanian (Dishutbuntan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Sementara Ir H Muslimin HMY MSi, Kadis Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku, apa yang dilakukan PT NMR harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran di Bumi Pariri Lema Bariri, terutama dalam semangat menghijaukan alam, karena hutan yang dimiliki KSB saat ini belum terlalu dirusak. “Hutan yang sudah rusak bisa dikembalikan menjadi lebih baik, apalagi hutan yang dimiliki KSB masih cukup bagus, jadi tinggal dijaga dan ditata kembali yang sudah rusak,” terangnya.

Environmental Manager PT NMR, Jerry Kojansow memaparkan, ada beberapa langkah tekhnis yang dilakukan pihak perusahaan, sehingga pasca penutupan tambang, hutan bisa dikembalikan pada fungsi semula. Langkah yang dilakukan itu diantaranya, kayu asli produk hutan itu tidak ditebang, terus proses penghijauan dilakukan sejak perusahaan mulai beroperasi. “Bukan setelah ditutup baru mulai melakukan reklamasi,” katanya.

H Ruslan Ahmad, Gensuv PR PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang mendampingi rombongan mengaku, program kunjungan itu sengaja dilakukan, sebagai bentuk pembelajaran bersama dan pengetahuan model penanganan lokasi yang menjadi bekas areal pertambangan. Kunjungan yang dilakukan itu sendiri sudah menjadi kegiatan tahunan. (SBP-01)

Posted in: Nasional

About the Author:

Post a Comment