Masjid Agung Kerapan Kebo Pulau Kenawa
By April 25, 2011 0 Comments

Proses Divestasi Diundur, SK 148A Ditinjau Ulang

Taliwang – Surat Keputusan (SK) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) nomor 148A tentang pemberhentian sementara aktifitas PT. Newmont Nusa Tenggara (PT. NNT) akan ditinjau ulang, seiring dengan penetapan penambahan waktu proses divestasi.
Staf ahli Bupati KSB bidang hukum dan politik, Burhanuddin Jebang SH saat dikonfirmasi sejumlah wartawan menyampaikan, SK 148A akan tetap dilaksanakan oleh pemerintah KSB, jika akuisisi saham divestasi tahun 2010 sebesar 7 persen yang menjadi aspirasi masyarakat gagal, namun proses itu belum rampung, justru batas waktunya diundur sampai 18 Mei mendatang, jadi pemberlakuan SK 148A juga diundur.

“Waktu pelaksanaan SK 148A akan ditinjau kembali, bukan tidak konsisten pemerintah KSB dalam melaksanakan keputusan tersebut, jadi dalam waktu dekat akan diterbitkan hasil revisi atas SK 148A,” ucap Burhanuddin Jebang.
Meskipun kajian dan analisa aturan pengganti SK 148A masih dalam evaluasi, Burhanuddin Jebang memastikan, pemberlakuan kembali aturan yang menetapkan pemberhentian sementara aktifitas perusahaan akan berlaku terhitung tanggal 19 Mei mendatang, sesuai dengan batas waktru proses divestasi. “Jika aspirasi masyarakat yang tertuang dalam Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) dapat terealisasi, termasuk akuisisi saham, maka tidak akan berlaku SK penutupan tambang tersebut,” lanjut Burhanuddin Jebang.
Burhanuddin Jebang juga menegaskan, SK 148A bukan keputusan provokatif dari pemerintah KSB, namun sebagai langkah antisipasi munculnya gerakan perlawanan yang akan dilakukan masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri, lantaran aspirasi yang tertuang dalam Tritura tidak terealisasi. “Salah jika dikatakan, SK 148A merupakan keputusan pemerintah KSB yang provokatif,” timpal Burhanuddin Jebang.
Masih keterangan Burhanuddin Jebang, pemerintah berharap kepada seluruh masyarakat untuk menahan diri dengan proses yang sedang berjalan saat ini dengan tetap tidak mengambil langkah sendiri dan memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang melakukan aksi dilokasi aktifitas perusahaan tidak anarkis. “Pemerintah sangat paham dengan keinginan masyarakat merebut hak, tetapi melakukan aksi tidak anarkis patut kita berikan apresiasi,” tegas Burhanuddin Jebang.
Terkait persoalan SK untuk pemberhentian aktifitas perusahaan, Burhanuddin Jebang juga meyakini, dalam waktu dekat sudah harus diserahkan kepihak perusahaan dan akan disosialisasikan kepada masyarakat. “Dalam waktu tidak terlalu lama, SK hasil revisi akan rampung, agar seluruh masyarakat mengetahui keputusan pemerintah KSB terkait partisipasi dalam perjuangan merealisasikan Tritura,” tandas Burhanuddin Jebang. (SBP-01)

Posted in: Daerah

About the Author:

Post a Comment